Sinergi Energi dan Inovasi untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan
Mewujudkan kemandirian pangan butuh eksekusi cepat! Mengawal program Pertanian Modern (PM-AAS), Tenaga Ahli Mentan, Ir. Hermansyah, dan Kepala BBRMP Sulsel, Dr. Zainal Abidin, S.P., M.P., turun langsung ke BRMP Aneka Umbi, disambut Kepala Balai, Suwarny Sumardi, S.P., M.Si. Kolaborasi ini mematangkan inovasi unggulan, seperti Kab. Sidrap yang menjadi pionir sistem Tabela (jarak tanam 25x3 cm, space 50 cm) serta suksesnya uji coba varietas Inpago 12 di Penas.
Inovasi utama lainnya adalah modifikasi pompa irigasi menjadi bertenaga listrik. Namun, eksekusinya harus tepat sasaran. Jangan sampai listrik masuk sawah, tapi daya di rumah warga malah drop hingga terpaksa kembali memasak pakai kayu bakar. Selain itu, tarif listrik persawahan ini dipastikan harus lebih murah daripada tarif rumahan biasa.
Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada kecepatan eksekusi di lapangan. Jika pengerjaan jaringan kelistrikan pertanian lambat atau bermasalah, kita akan langsung laporkan ke Direksi PLN. Harapannya, direksi bisa segera turun tangan agar perbaikan bisa dieksekusi hari itu juga demi kelancaran smart farming petani kita.
Di samping listrik, dukungan bahan bakar juga menjadi fokus krusial. Minggu depan, kami berencana menemui Direksi Pertamina untuk meminta komitmen alokasi khusus BBM solar murni bagi operasional petani, bukan dicampur dengan kuota umum. Sinergi antara listrik terjangkau dan kepastian ketersediaan solar inilah kunci mutlak menuju swasembada pangan berkelanjutan.